Banyak pasangan muda saat ini mulai mempertimbangkan untuk nikah secara agama terlebih dahulu karena berbagai alasan. Mulai dari urusan biaya yang belum terkumpul hingga keinginan untuk segera menghalalkan hubungan demi menghindari fitnah. 

Namun, dibalik kemudahan prosesnya, seringkali keputusan menikah secara agama ini diambil secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan perlindungan hukum bagi pihak perempuan dan anak di masa depan.

Tata Cara Nikah Secara Agama Islam

Akad nikah secara agama islam, Sumber: vncojewellery.com
Pernikahan secara agama Islam, Sumber: vncojewellery.com

Memutuskan untuk nikah secara agama memang terasa simpel dan cepat. Namun, pastikan kesederhanaan ini tidak mengurangi kesakralan dan harus memenuhi rukun-rukun wajib agar hubungan Anda sah di mata Allah. Berikut adalah tata cara yang harus dipenuhi:

1. Keberadaan Wali Nikah dari Pihak Perempuan 

Wali merupakan salah satu syarat sah dalam pernikahan Islam. Berdasarkan pengalaman, sering terjadi kekeliruan saat pasangan memilih wali hakim secara sembarangan padahal wali nasab (ayah kandung, kakek, atau saudara laki-laki) masih ada.

Hal yang sering luput diperhatikan adalah urutan prioritas wali. Jika urutannya salah, keabsahan pernikahan bisa diperdebatkan. Anda juga harus bisa memastikan bahwa wali dalam kondisi berakal sehat, baligh, dan memahami perannya. 

2. Kehadiran Dua Orang Saksi Laki-Laki yang Adil

Saksi bukan sekadar pelengkap dokumentasi foto, melainkan syarat sahnya sebuah ikatan pernikahan. Saksi haruslah seorang laki-laki muslim yang sudah dewasa, berakal, dan dikenal memiliki integritas atau sifat adil. 

Kesalahan yang sering terjadi adalah menunjuk saksi hanya karena kedekatan pertemanan tanpa melihat kelayakan sifatnya. Ini penting karena saksi bertugas untuk melihat, mendengar, dan memastikan bahwa ijab serta kabul diucapkan tanpa paksaan. 

3. Pemberian Mahar atau Mas Kawin yang Jelas 

Mahar merupakan hak istri yang wajib diberikan oleh pihak suami. Banyak pasangan hanya memikirkan nominal cantik tanpa memastikan bahwa mahar tersebut benar-benar diserahkan secara tunai atau sesuai kesepakatan. 

Padahal, baik dalam bentuk uang maupun mahar perhiasan emas, penyerahannya harus jelas, sah, dan disetujui kedua belah pihak. Penting untuk diingat bahwa mahar tidak boleh memberatkan calon suami. Namun mahar juga tidak boleh merendahkan martabat calon istri. 

4. Prosesi Ijab Kabul yang Tegas dan Bersambung 

Puncak dari prosesi pernikahan adalah ijab (pernyataan dari wali) dan kabul (penerimaan dari pengantin laki-laki). Satu hal yang sering membuat tegang adalah keharusan ucapan ini dilakukan dalam satu nafas atau satu waktu yang bersambung tanpa jeda.

Di sinilah komitmen suci diikrarkan di hadapan Allah. Saat ijab tidak boleh ada salah satu pihak pengantin yang merasa tertekan atau tidak ikhlas. Kerelaan kedua belah pihak adalah ruh dari akad itu sendiri. 

Rukun Nikah (Penentu Sah atau Tidaknya)

Penentu sahnya pernikahan, Sumber: weddingmarket.com
Penentu sahnya pernikahan, Sumber: weddingmarket.com

Rukun adalah hal-hal utama yang harus ada saat prosesi berlangsung. Jika salah satu hilang, maka pernikahan dianggap tidak pernah terjadi secara agama. Rukun nikah yang pertama harus ada mempelai laki-laki dan perempuan.

Keduanya harus jelas identitasnya dan tidak dalam halangan syar’i (seperti hubungan mahram atau masih dalam masa iddah bagi perempuan). Wali nikah dari pihak perempuan harus laki-laki dari garis ayah. 

Kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan wali hakim tanpa alasan darurat yang dibenarkan. Padahal ayah kandung masih hidup dan mampu. Ada dua orang saksi laki-laki muslim yang shaleh dan memenuhi syarat

Jangan hanya memilih saksi karena “yang penting ada orang”, karena saksi memikul tanggung jawab atas kebenaran akad tersebut. Terakhir ucapan ijab kabul tidak boleh ada jeda lama yang merusak makna ijab kabul.

Syarat Nikah Secara Agama Islam

Syarat adalah hal yang harus dipenuhi dalam setiap poin pada rukun di atas sebelum akad dimulai. Pertama kedua mempelai harus beragama Islam. Kemudian tidak ada hubungan darah atau hubungan sesusuan karena bisa menghalangi pernikahan. 

Tidak boleh ada unsur paksaan. Nikah secara agama sering kali berisiko jika salah satu pihak sebenarnya terpaksa, namun tidak berani bicara karena prosesnya yang tertutup/privat. Mahar juga harus jelas jenis dan jumlahnya. 

Perbedaan Nikah Secara Agama dan Negara

Pernikahan secara agama, Sumber: kompas.com
Perbedaan pernikahan secara agam dan negara, Sumber: kompas.com

Banyak pasangan seringkali terjebak dalam pemikiran bahwa hukum pernikahan hanyalah satu pintu. Mereka merasa selama sudah halal di mata Allah, maka urusan duniawi akan mengikuti dengan sendirinya. 

Faktanya, ada dualisme hukum di Indonesia yang jika tidak dipahami bisa menjadi bom waktu. Secara agama, nikah secara agama memang sah dan pasangan sudah halal selama semua rukun terpenuhi. 

Namun, hal yang sering luput diperhatikan adalah ketiadaan kekuatan hukum karena tidak tercatat dalam UU Perkawinan No. 1 Tahun 1974. Jadi, negara menganggap pernikahan tersebut tidak pernah ada.

Hal yang Sering Luput dari Perhatian

Berdasarkan pengalaman banyak orang, kesalahan terbesar orang yang memilih nikah secara agama adalah menganggap remeh pencatatan resmi di KUA. Akibatnya, saat muncul konflik atau kebutuhan administratif pasangan baru menyadari kerumitannya. 

Misalnya saat dibutuhkan dokumen dasar untuk pengurusan paspor, pendaftaran sekolah anak, hingga pembagian waris tersendat karena tidak adanya buku nikah. Jadi, sebelum memutuskan, tanyakan pada diri sendiri.

Apakah niat menghalalkan ini sudah dibarengi dengan tanggung jawab untuk jangka panjang secara matang? Satu hal lagi yang jarang terpikirkan adalah perlindungan hak istri. Tanpa legalitas, istri tidak memiliki posisi tawar hukum jika terjadi perceraian atau penelantaran.

Tidak ada nafkah iddah atau mut’ah yang bisa dituntut secara resmi. Selain itu, status anak dalam akta kelahiran seringkali hanya mencantumkan nama ibu yang secara psikologis bisa membebani anak saat dewasa nanti.

Pilihan ini sangat tidak disarankan jika alasan utamanya hanyalah “pelarian” dari restu orang tua atau sekadar ingin mudahnya saja tanpa memikirkan resiko kedepannya. Jangan sampai niat suci menikah justru menjadi beban karena kelalaian administratif di awal perjalanan.

Rencanakan Pernikahan Bersama Tendalux Sidomulyo

Tenda pernikahan untuk outdoor, Sumber: pinterest.com
Penyedia paket wedding Jogja, Sumber: pinterest.com

Memahami perbedaan nikah secara agama dan negara sangatlah penting agar niat ibadah tidak berujung pada kerumitan di kemudian hari. Namun, sembari mengurus legalitas, kenyamanan prosesi akad juga tak boleh luput dari perhatian.

Bagi pasangan yang mencari paket wedding Jogja, menciptakan suasana khidmat di rumah kini jauh lebih mudah. Tendalux Sidomulyo hadir untuk membantu Anda membuat dekorasi yang cantik dan elegan.

Leave a Reply