Dalam pernikahan, tentu saja ada unsur-unsur budaya yang sakral dan penuh makna, termasuk juga pada setiap prosesinya. Tidak terkecuali juga dalam tradisi Sangjit Tionghoa yang merupakan lamaran dengan melibatkan pemberian seserahan.
Tidak hanya menjadi seremonial belaka, dalam tradisi ini ada nilai simbolis yang sangat dalam. Dalam prosesi ini, terdapat kesungguhan dari calon pengantin pria untuk mempersunting pasangannya sebagai bentuk penghormatan untuk keluarga calon pengantin wanita. Semua barang yang akan diberikan pada prosesi Sangjit mempunyai makna yang mendalam.
Selain itu, ada juga harapan akan kesejahteraan, kebahagiaan, serta keharmonisan dari rumah tangga kedua mempelai. Pada saat ini, masih banyak yang mempertahankan tradisi ini meskipun disesuaikan juga dengan perkembangan zaman.
Nah, untuk itu, kami akan mengulas tradisi Sangjit Tionghoa ini dengan mendalam. Sehingga, Anda mengetahui sejarah, tata cara pelaksanaan, serta makna seserahan yang diberikan. Anda pun akan semakin mencintai tradisi dan tidak menganggapnya sia-sia.
Sejarah Tradisi Sangjit Tionghoa

Sangjit adalah salah satu prosesi dalam rangkaian tradisi pernikahan adat Tionghoa yang sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Pada filosofi budaya Tionghoa, pernikahan tak hanya menyatukan dua individu saja, melainkan juga dua keluarga besar.
Maka dari itu, Sangjit adalah simbol dari kesungguhan pengantin pria untuk membangun keluarga dengan calon istrinya. Sangjit mempunyai makna restu dan komitmen. Prosesi ini dilakukan dengan memberikan seserahan pada pihak perempuan.
Melalui tradisi ini, pihak pria akan menunjukkan kesiapan secara finansial dalam menafkahi dan bertanggung jawab pada calon istrinya. Sedangkan bagi pihak perempuan, penerimaan seserahan oleh pihak wanita adalah tanda penerimaan lamaran dengan tulus dan hati terbuka.
Makna dari Seserahan pada Tradisi Sangjit
Hantaran Sangjit yang diserahkan kepada pihak perempuan pada tradisi ini harus mempunyai makna mendalam. Umumnya, benda-benda ini akan diberikan sebagai seserahan pernikahan dengan makna pemberiannya sebagai berikut:
- Angpao yakni uang di dalam amplop berwarna merah yang memiliki makna dukungan finansial serta harapan adanya kesejahteraan.
- Perhiasan yang melambangkan keabadian cinta dan kemakmuran.
- Buah-buahan seperti apel dan jeruk yang menjadi simbol keberuntungan dan keberlimpahan rezeki.
- Kue keranjang dan beragam kue yang manis yang melambangkan kehidupan rumah tangga yang harmonis dan manis.
- Teh yang menjadi tanda penghormatan untuk keluarga besar.
- Kain (pakaian merah) yang menjadi perlambang kebahagiaan dan keberuntungan.
Cara Pelaksanaan Tradisi Sangjit

Umumnya, Sangjit dilakukan beberapa minggu sebelum hari H pernikahan. Proses tersebut akan melibatkan dua keluarga. Tahapannya adalah sebagai berikut:
1. Tahapan Persiapan
Sebelum dilaksanakannya Sangjit, maka pihak keluarga pria menyiapkan beragam seserahan untuk diberikan pada keluarga calon pengantin wanita. Barang yang diberikan akan disusun pada baki merah yang dihiasi kain merah dan emas. Memang, dua warna ini sangat penting karena melambangkan keberuntungan pada budaya Tionghoa.
2. Kedatangan Keluarga Pria
Di hari pelaksanaan Sangjit, pihak keluarga pria akan datang ke rumah pengantin perempuan dan membawa berbagai seserahan. Umumnya, rombongan terdiri atas saudara, orang tua, hingga beberapa kerabat dekat.
3. Penyerahan Seserahan
Ketika sampai di rumah pengantin perempuan, pihak pria akan menyerahkan baki tersebut pada keluarga perempuan. Ketika diserahkan, biasanya akan disertai doa serta harapan yang baik bagi kedua calon pengantin.
4. Penerimaan serta Pengembalian Seserahan
Jika seserahan telah diterima, maka pihak keluarga perempuan akan mengembalikan sebagian barang. Prosesi ini adalah simbol bahwa lamaran telah diterima dengan tulus tetapi tidak mengambil semua barang. Pasalnya, harus ada keseimbangan dan hubungan baik di antara kedua keluarga.
5. Makan Bersama
Sesudah prosesi Sangjit diselesaikan, maka acara akan dilanjutkan dengan makan bersama. Tujuannya adalah lebih mempererat lagi hubungan dua keluarga calon pengantin.
Perkembangan Tradisi Sangjit Saat Ini

Meski tradisi Sangjit mempunyai akar yang sangat kuat pada budaya Tionghoa, tetapi prosesi ini tetap mengalami penyesuaian dengan zaman. Beberapa pasangan akan membuat acara Sangjit sederhana, sehingga prosesnya hanya memberi seserahan secara simbolis.
Sedangkan beberapa pasangan lain akan mempertahankan kemewahan serta detail tradisionalnya. Dekorasi serta suasana pada prosesi Sangjit ini juga menjadi semakin modern. Biasanya, akan diberikan sentuhan dekorasi yang lebih estetik dan elegan.
Namun, nuansa merah pada dekorasi tetap dipertahankan karena dianggap mampu memberikan keberuntungan. Untuk itu, banyak pasangan yang memakai jasa dekorasi dan penyewaan perlengkapan pesta agar acara Sangjit ini jadi semakin mewah dan berkesan.
Pentingnya Dekorasi yang Mewah untuk Prosesi Sangjit
Sangjit merupakan bagian yang sangat penting pada pernikahan Tionghoa. Maka dari itu, penting sekali bagi Anda untuk melengkapi acara ini dengan dekorasi yang mewah. Anda harus mempersiapkan pemilihan meja, kursi, tenda, dan juga pernak pernik dekoratif dengan warna merah dan emas sehingga kesan sakral dan elegan tetap kuat.
Nah, jika Anda sedang mencari paket wedding Jogja, maka pilihlah penyedia jasa yang tepat yakni Tendalux Sidomulyo. Melalui Tendalux Sidomulyo, Anda bisa mendapatkan layanan sewa tenda, dekorasi, genset, air blower, sound system, dan berbagai perlengkapan penunjang acara yang meriah.
Tendalux Sidomulyo menyediakan layanan yang profesional serta beragam pilihan dekorasi yang eksklusif. Pastinya, acara Anda akan berlangsung dengan lancar dan sempurna. Baik untuk acara Sangjit maupun acara lainnya, Anda bisa menyesuaikan jenis dekorasi sesuai dengan kebutuhan.
Untuk itu, segera booking tenda dan perlengkapan pesta yang sesuai tema dengan klik ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini! Yuk, segera wujudkan acara impian Anda bersama Tendalux Sidomulyo!